SURABAYA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Syuro DPP PKB Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto dan Gerindra di Surabaya, Sabtu (14/3). Gus Dur meminta pendukungnya dan pendukung PKB memilih Gerindra di Pemilu 2009.
Gus Dur mengatakan, warga PKB sekarang punya alternatif memilih. Sebelumnya, pilihan itu dinyatakan belum jelas. "Partai kita sudah dicuri dengan bantuan pemerintah. Tidak bisa kita memilih orang yang seperti itu," ujarnya.
Sekarang, lanjut Gus Dur, warga PKB punya pilihan dari pada tidak menggunakan hak pilih karena tidak suka dengan pengurus PKB. "Sekarang saya perkenalkan Mas Bowo kepada warga PKB. Saya minta warga PKB memilih Gerindra dan Mas Bowo," katanya.
Prabowo: Indonesia Masih Terjajah
JAKARTA, SELASA- Saat ini Indonesia masih terjebak dalam sistim penjajahan ekonomi modern. Hal itu yang mengakibatkan masyarakat Indonesia tetap berada dibawah garis kemiskinan.
Demikian dikatakan calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, Selasa (10/3). "Selama 10 tahun belakngan ini, kekayaan Indonesia yang mengalir keluar terus bertambah, sehingga kekayaan didalam negeri tidak dapat terakumulasi," terang Prabowo
Prabowo menambahkan, akibat dari dana yang terus mengalir keluar, kekayaan nasional tidak akan terakumulasi, sehingga devisa Indonesia tidak akan bertambah dan kesejahteraan masyarakat pun tidak akan terwujud.
Dana dari dalam negeri dapat keluar dengan mudah, menurut Prabowo adalah kesalahan pada sistim yang berlaku. "Saat ini para eksportir yang ada tidak diwajibkan untuk memberikan 'setoran' setelah mereka menggunakan fasilitas yang ada," jelas Prabowo
Ekspotir dengan mudahnya menggunakan fasilitas transportasi, mendapat bahan baku dan tenaga kerja yang murah lalu barang itu diekspor tanpa ada timbal balik ke negara.
Prabowo mengatakan, selama ini budaya penjajahan ekonomi modern tetap tumbuh subur walaupun presiden telah berganti. "Dari dulu sampai sekarang peraturannya ngga berubah. Kalau diibaratkan pasien sudah berganti-ganti, tapi resep yang diberikan tetap sama. Bagaim ana mau sembuh?" kata Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga berpendapat kesejahteraan masyarakat erat kaitannya dengan keamanan. "Jika kesejahteraan tidak ada, maka keamanan pun tidak ada. Begitu sebaliknya jika perlindungan bersama tidak ada, maka kesejahteraan masyarakat juga tidak ada," kata Prabowo.
Untuk memberikan gambaran mengenai perbedaan kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan negara tetangga, yaitu Malasyia, Prabowo juga memberikan data mengenai cadangan devisa Indonesia dan Malaysia.
Tahun 2003 cadangan devisa Indonesia dan Malaysia masing 32,72 juta dollar AS dan 37,23 juta dollar AS, lalu pada tahun 2007 selisih yang cukup besar, terjadi cadangan devisa Indonesia sebesar 49,08 juta dollar dan devisa Malaysia 95,92 juta dollar.
"Ini sungguh memprihatinkan, padahal jumlah penduduk Indonesia tiga kali lebih besar dibandingkan Malaysia," terang Prabowo.
Jangan Sekadar Cari Kekuasaan
Calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto, mengaku tidak akan ragu kembali ke masyarakat jika dalam pemilihan umum mendatang dirinya gagal.
Hal itu disampaikan Prabowo, Selasa (10/3), saat memaparkan visi dan misi Partai Gerindra, dalam acara ”Bincang-Bincang Bersama Prabowo”. ”Saya di sini tidak mencari jabatan. Walaupun banyak orang menuduh, saya ini punya konstituen yang meminta saya untuk maju dan memperjuangkan kehendak mereka. Kalau ternyata saya tidak mampu memperjuangkan keinginan mereka, ya saya akan kembali ke masyarakat,” ujar Prabowo.
Dalam posisi seperti itu, lanjutnya, ia tidak khawatir dikenai berbagai macam bentuk kampanye negatif oleh para pesaing politiknya, terutama yang mengaitkannya dengan kasus penculikan aktivis tahun 1997-1998.
”Masalah seperti itu kan sudah bolak-balik dibicarakan. Aku ini kan masih seperti yang dahulu. Apa mau diributkan terus? Rakyat, saya kira, tidak bodoh. Silakan saja kalau ada yang mau menjegal saya,” ujar Prabowo.
Komunikasi politik, lanjutnya, harus terus dilakukan sebagai penjajakan hingga hasil pemilu legislatif diketahui. Semua parpol dan kandidat, menurutnya, sudah dijajaki, kecuali Partai Demokrat, yang sampai sekarang masih belum memberi tanda. ”Kalau dikatakan saya menunggu undangan dari Partai Demokrat, ya enggak juga ya. Nanti kita lihat soal bagaimana perkembangannya setelah 9 April,” katanya.
Dalam acara itu, Prabowo memaparkan sejumlah program aksi Gerindra, di antaranya adalah penyaluran kredit perbankan pemerintah untuk petani, nelayan, dan pedagang kecil.