Dari analisa terdahulu, tampaknya DOW dan IHSG telah mencapai target. Untuk lengkap komentar atas IHSG dan DOW, silahkan diklik dua gambar berikut untuk melihat pergesaran gambarnya.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
Dari analisa terdahulu, tampaknya DOW dan IHSG telah mencapai target. Untuk lengkap komentar atas IHSG dan DOW, silahkan diklik dua gambar berikut untuk melihat pergesaran gambarnya.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
IHSG tampaknya akan kembali mencoba level 2500. Berikut gambar chart IHSG. Klik gambar untuk melihat perbesarannya.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
Grafik DOW tampaknya mulai kembali mencoba menuju target yang saya sebutkan bulan Agustus 2009 lalu yaitu DOW menuju 10500-12000 paling lambat bulan Desember 2009-Januari 2010.
Berikut chart dari indeks DOW. Klik gambar untuk melihat perbesarannya.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
Berikut ini chart DOW berdasarkan penutupan tanggal 30 Oktober 2009. Analisa ringkasnya saya tuliskan di chart tersebut untuk memudahkan saja.
Silahkan di klik gambar di bawah untuk melihat perbesarannya, dan klik sekali lagi gambarnya untuk lebih besar lagi.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
Berikut ini grafik IHSG kondisi setelah penutupan sesi I, Kamis 29 Oktober 2009. Bila diihat dari rally awal Maret 2009, sangat jelas terlihat IHSG masih bullish apalagi kondisi terakhir masih berada jauh di atas koreksi 38.2% (Fibonacci). Saat ini low nya IHSG berada di 2235, sedikit di atas batas garis koreksi 25% di 2230 seperti terlihat pada gambar.
Klik gambar untuk melihat lebih besar.
Beberapa hari belakangan ini IHSG turun cukup cepat dari 2520 pada penutupan tanggal 19 Oktober 2009, menjadi 2355 pada penutupan tanggal 28 Oktober 2009 atau turun sekitar 6.6%. Berikut ini chart dan analisa dari IHSG:
Klik gambar untuk melihat lebih besar.
Penurunan yang cukup cepat ini memang patut diwaspadai, apakah penurunan ini karena sentimen global ataukah karena masalah lain. Beredar rumors saat ini penurunan IHSG yang cukup cepat belakangan ini disebabkan karena pasar merespon negatif atas susunan kabinet yang diumumkan oleh Presiden SBY. Benarkah demikian? Perlu pembuktian lebih lanjut.
Walau demikian, saya akan mencoba membuatkan tabel yang menunjukkan pergerakan beberapa indeks di dunia mulai dari penutupan tanggal 19 Oktober 2009 sampai penutupan tanggal 28 Oktober 2009. Tabel bisa dilihat berikut ini.
Trio tambang sudah lama ngga dimainin. Untuk para "bandar", sepertinya trio tambang ini bisa jadi mainan baru untuk beberapa bulan ke depan. Goyang kiri goyang kanan, karena tampaknya komoditi akan jadi bahan pembicaraan lagi dalam beberapa bulan mendatang seiring dengan menurunnya nilai tukar dolar terhadap mata uang dunia.
Sekedar catatan saja, harga penutupan Kamis, 22 Oktober 2009:
ANTM: 2550
INCO: 4225
TINS: 2175
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu